IN THE NAME OF ALLAH THE MOST GRACIOUS THE MOST MERCIFUL

.

SELAMAT DATANG

Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.
Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu.
Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu.
Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu.
Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu.”
( allahyarham KH Rahmat Abdullah )

4 Mac 2010

saat itu




Pipinya basah penuh air mata,
mahu saja di biarkan air mata darah yang mengalir kali ini,
titik-titik hitam datang kembali,
kali ini lebih banyak,
hampir menguasai hati nya,
taubat nasuha itu tidak berguna sama sekali bagi dirinya,
dia mengulang kembali kesilapan itu,
saat itu dia merasai dirinya menjemput kemurkaan Allah,
saat itu hatinya rasa jauh dengan Allah,
saat itu tubuhnya lemah akibat dosa itu.

Ya Allah,
sebutan berkali-kali,
Ya Allah,
dingin air mata mengalir deras,
tertunduk sebak,
kain sejadah di depannya di genggam kuat,
nafas turun naik,
Allahuakbar... aku tak nak ulang lagi dosa itu.
Allahuakbar... malu untuk aku berjanji sekali lagi.
tiba-tiba, Allaaaaahhhhhhhhh...
memecah kesunyian pagi itu.
di susuli tangis esak seorang hamba yang
mengharap pengampunan.
betul-betul..
seakan-akan ini taubat yang terakhir kalinya,
saat itu, di gagahi kembali azam dan tekadnya,
untuk tinggalkan dosa itu.
saat itu......



p/s : saat itu, detik bermula. khas untuk mereka yang mengharap pengampunan Allah

4 teguran:

analytical_blue berkata...

wah.. melankoli yg hebat.

InsyaALLAH sama2 dpt pengajarannya. Aminn. ^_^

mujahidah88 berkata...

ana tak tahu apa jenis ni, sajak, pantun? hehe..
gemar berkarya dengan sajak.,

adeq berkata...

sangat tersentuh..ada bakat..mabruk ya ukht !!

tajamkan lagi penamu...-atau typing mu- he he

dr. mujahidah berkata...

tajamkan lagi mata pensil mu

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...