IN THE NAME OF ALLAH THE MOST GRACIOUS THE MOST MERCIFUL

.

SELAMAT DATANG

Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.
Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu.
Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu.
Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu.
Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu.”
( allahyarham KH Rahmat Abdullah )

13 Okt 2011

Cantik tidak semestinya putih


Sumber: eramuslim.com
Diedit oleh: akhwatmedic


C-a-n-t-i-k. Satu kata yang terdiri dari enam huruf ini, begitu memesona kaum perempuan. Yaperempuan mana yang tidak ingin disebut cantik? Cantik didefinasikan dengan sesuatu yang sedap dilihat atau dipandang.
Cantik dalam pengertian awam yang kemudian didoktrinkan oleh orang-orang kafir adalah perempuan yang bertubuh langsing, rambut hitam lurus berkilauan, hidung mancung, bibir seperti buah delima merekah, matanya menawan, dan berkulit putih.
Dan untuk kategori yang terakhir ini, berkulit putih,  para pemilik modal kemudian berlomba–lomba mempromotekan produk mereka, pelbagai produk kecantikan untuk meraih keuntungan kerana sekian wanita sekarang berlumba-lumba untuk kelihatan putih dan cerah.
Sepertinya, propaganda mereka tidak salah. Buktinya, banyak perempuan yang terbius atau terhipnosis untuk mendapatkan kulit putih seperti bintang iklan yang mereka lihat di layar kaca televisyen. Alhasil, bertebaranlah berbagai produk kecantikan bermula dari yang dijual bebas di pasaran, salon kecantikan, sehingga spa bertaraf mahal.
Saya sampai terbengong–bengong melihat seorang teman yang memiliki tiga jenis krim pemutih sekaligus. Waktu pemakaiannya pagi, siang dan malam. Menyimpannya juga tidak sembarangan, harus disimpan dalam freezer. Soal harga, wuihhhh, selangit.
Ada pula yang memburu pemutih dengan bahan dasar alam yang katanya terbuat dari plasenta ( * bagi akhwatmedic, pensyarah biokimia juga mendedahkan tentang bahan-bahan kecantikan dibuat daripada janin dan plasenta *). Entah plasenta apa? Katanya, krim ini boleh membuat kulit halus dan kenyal (menghambat penuaan) bagai kulit bayi. Terlampau taksub untuk kelihatan putih sehingga si teman tidak lagi mempedulikan apakah produk itu halal atau haram. Nauzubillah min dzalik!
Bukannya saya tidak care dengan yang namanya kecantikan. Tapi dari dulu saya memang tidak suka dengan hal yang berkaitan dalam berdandan. Makanya, peralatan kosmetik yang saya punya cuma bedak, deodarant dan sikat.
Dulu, sempat beberapa kali melakukan facial namun kemudian saya hentikan dengan berbagai alasan, antara lain, saya merasa sangat kesakitan dan terseksa ketika jerawat saya dicongkel dan muka terasa mengecut ketika membuat mask. Duh, sakit deh. Itu pun saya minta package facial tanpa pemutih. Hingga, orang saloon itu heran. Aneh mungkin, ketika sekarang orang meminta pemutih, saya malah menolaknya.
Pertanyaannya, kenapa harus whitening? Ya, kenapa harus putih? Selalu dan hampir semua produk kecantikan diiklankan untuk menjadikan kulit putih. Akibatnya, kita termakan propaganda melalui berbagai media terutama television, bahwa cantik itu harus putih. Kalau tidak putih sama dengan tidak cantik. Itu harga mati.
Entahlah, saya termasuk orang yang tidak peduli dengan slogan itu. Bukannya apa, saya fine–fine saja dengan kulit coklat saya ini, tidak pernah merasa sisih apalagi menjadikanya putih berkilau. Bagi saya, coklat itu anggun! Jadi, kenapa harus berusaha mengubahnya?
Saudariku, para muslimah, kita yakin, tidak ada sesuatu pun yang diciptakan Allah swt secara kebetulan di dunia ini. Semua ada maksud dan tujuan. Dan bukankah manusia itu sudah diciptakan dalam sebaik–baiknya bentuk?
Sekarang, cuba kita teliti baik–baik. Saya pernah membaca sebuah artikel yang menyatakan bahwa berkulit berwarna (gelap), mengandungi lebih banyak pigmen yang berguna untuk menangkal sinar jahat ultraviolet (UV) yang konon sangat ditakuti kaum perempuan karena dapat merosak kulit. Nah, apakah ini satu bonus buat mereka yang berkulit gelap. Lalu, kenapa harus mahu diputihkan, mengorbankan banyak wang, waktu dan pikiran untuk membuatnya putih seperti selebriti atau bintang iklan?
Di situlah letak Maha Adil-nya Allah swt. Dia memang tidak memberikan apa yang kita inginkan tapi apa yang kita perlukan. Dan apa yang kita perlukan, Allah yang lebih tahu dari kita karena Dia-lah pemilik kehidupan ini. Hidup di negara tropika seperti Indonesia dan Malaysia ini, hemat saya memang lebih sesuai untuk mereka yang berkulit gelap/berwarna. Jadi, kenapa harus protes ketika keinginan kita tidak sesuai dengan harapan? Kenapa komplain ketika diberi kulit yang berwarna tidak putih dan berusaha sekuat tenaga menjadikannya putih.
Setahu saya, tidak ada satu krim atau bahan kimia apapun yang bisa memutihkan kulit yang hitam. Yang ada, hanyalah mencerahkan. Sekali lagi, mencerahkan bukan memutihkan. Semakin tinggi upaya pencerahan yang terjadi, semakin besar pula indikasi pemakaian merkuri dan zat berbahaya lainnya pada krim tersebut.
Dalam jangka waktu panjang, zat ini dapat mengakibatkan penyakit kanser, ginjal dan penyakit mematikan sel lainnya. Dan tidak kalah pentingnya, sebagai muslimah, kita perlu pula memperhatikan aspek kehalalan sebuah produk kosmetik. Jangan hanya untuk mengejar cantik dan putih semata, kita menjadi lalai dengan perkara-perkara itu.
Maka, tidak ada jalan yang lebih baik selain mensyukuri apa yang telah dikaruniakan Allah swt dengan memelihara sebaik mungkin anugerah tersebut. Terutama mempergunakannya di jalan kebaikan yang diridai-Nya. Tampil cantik dan kemas itu harus. Karena Allah sendiri juga menyukai keindahan. Lebih penting lagi adalah mempercantik hati, jiwa dan pikiran kita, sehingga mempertebal keimanan dan ketaqwaan kita kepada-Nya. So, cantik, tidak harus putih, bukan?

p/s: Berkulit cerah atau gelap, yang penting Allah tidak melihat rupamu, tapi Allah melihat hatimu. Namun, bagi ramai ikhwah, dalam ciri-ciri wanita idaman mereka, pasti ada ciri " cantik putih dan beriman". siapa tahu hati masing-masing.. Allah tahu.

10 teguran:

zikri berkata...

ARTIKEL YANG SANGAT ISTIMEWA,
saya tak pasti adakah artikel ini diambil keseluruhan atau akhwatmedik edit sedangkan di bawahnya ada ditulis sumber eramuslim.com.

mungkin boleh ditulis, sumber eramuslim, diolah dan diedit semula oleh blogger akhwatmedik.

apapun, artikel ini sangat memberi pesan yang sangat baik terutama buat para khwat yang sememangnya mendambakan kecantikan kerana mmg fitrah wanita itu ingin sering tampil menarik dan cantik.

apatah lagi, seorang isteri yang solehah buat suaminya.

lagipun, ramai akhwat yang masih lagi tidak menyedari hakikat kecantikan ini.

ya, putih tak melambangkan kecatikan, apatah lagi, kalau hanya sekadar putih, tapi, akhlak tak baik, tiada gunanya.

kerana pastinya Allah akan mempersoalkan kecatikan jiwa dan akidah kita.

di akhirat tiada persoalan kecatikan fizikal, yang cacat dan buta, sopak dan berkudis, jika mereka bertakwa kepada Allah, nescaya mereka lebih tinggi makamnya(derajatnya) berbanding orang yang berkulit putih.

dari abufaruq.

dr. mujahidah berkata...

jzkk atas tegurannya..
ana memang ambil sepenuhnya dari eramuslim. tapi ana edit smula dengan bahasa malaysia agar para pembaca mudah faham..

Tanpa Nama berkata...

cantik itu subjektif

btw, nice sharing...

adik berkata...

menarik2..suke3

adeq berkata...

salam, huh selamat ana cantek.Alhamdulillah........

kayu ukur cantek? hati masing2, bagaimana kayu ukur cantek yang Allah gariskan? apa dia ea...hehe.

yang dipandang Allah is taqwa.jadilah secantek BILAL, diangkat menjadi mua'zin meski suaranya tidak secantik mana namun didengar alam semesta.

keep kacak ukht !

dr. mujahidah berkata...

tanpa nama: ye..
adik: suke gak
adeq:cheh.. cantek ke? hehe..ana kacak dipandangan mata akhwat jep..akhwat is the best judgers for me

atikah zaid berkata...

saya xcantik tp comel jek..haha..(ceh...tbe2 je)

nazurah berkata...

Artikel yang sangat best. menjadi panduan dalam hidup ini :)

dr. mujahidah berkata...

atikah zaid: jangan perasan
nazurah: artikel dari web lain dan hanya di sampaikan kepada orang lain

adeq berkata...

akhawat kena belajar make-up gak la kak..hehe..just to b nice, jangan sampai x berbedak.gosok gg bukan sekali satu hari dsb.

sekali sekala buat facial, pergi spa.ana ad baca dalam buku apa tah x ingat tentang keakhawatan la jugak.

cukup la ada facial foam, toner (sekali sekala), moisturizer (x penting sangat), night cream (if sempat).

ada bedak biasa / compact, sedikit lip balms if kering sangat - penjagaan bibir jangan sampai berdarah-darah dan merekah-rekah.Lotion jangan lupa pakai juga di tangan.tp isu kat sini pasai PEMUTIH je kan, hehe.

WHITENING / putih x mesti nampak PUTIH macam background belakang blog akak nhe, cuma terkadang menghilangkan KUSAM.Tentang jerawat gunala oxy, better dari DIPICIT.hitam manis itu cantek dan indah...malah mamak sekalipun, hitam mukanya tersirna oleh keimanan.mesti pernah perasan kan?tidak putih tetapi bersih..kalau x nak putih jaga kecantikan STRUKTUR kulit.

hehe untuk keterangan lebih lanjut, boleh berhubung dengan shinjusan.

wanita - unggul, terampil.hehe

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...